picture by duniabayi.co.id

Sekedar sharing, asal muasal saya memberikan asi kepada bayi saya hampir 2 tahun yang lalu. Ini bukan cerita indah yang ujug-ujug ASI keluar banyak melimpah setelah IMD.

Bukan, bukan begitu…
Anak saya lahir normal dg berat 3,9kg. Lulus IMD. Agak lama saya dirumah sakit krn bayi saya belum pipis, takut karena dehidrasi saya pun kucing2an memberi susu formula di rs, krn rs & dokter spog sy benar2 pro ASI.. (ini benar-benar tidak bisa ditiru ya moms)

Sepulang dr rs, sy tandem asi dan susu botol sampai seminggu. Sampai pada akhirnya anak saya ndak bisa bab selama 3 hari. Di saat gundah gulana, sayapun datang ke spog saya.. dan disana sy mengerti bahwa bayi sy sembelit krn minum susu botol, dan dianjurkan utk tetap memberi ASI.

Sepulangnya dr sana, sy mulai makan buah naga, pepaya, dan sayur bening daun katuk saja, dengan harapan nutrisi dr buah dan sayur itu bs mengalir melalui asi saya, shg bayi saya bs poop dan asi sy lancar.. benar saja, keesokan harinya bayi saya sudah bab, dan babnya itu besar, sebesar bola kasti. 😥

Sejak saat itu, saya berusaha utk tetap memberikan ASI bagi bayi saya… dan susu formula saya stop. Alhasil anak saya nangis kejer… tiap saya kasi nenen, bayi saya mau… tapi setelah itu dia nangis kejer seperti tidak puas.. krn bingung saya pun pergi ke dr laktasi.. (berlanjut di part 2)

ini postingan saya di ig @semangat.asi , yang saya bawa kesini… 🙂

 

#semangatASI
#asibagiibubekerja
#bahagiasederhana
#sewabreastpumpdenpasar
#sewapompaasidenpasar
#sharingasi #sharingasimpasi#bayisembelit
#SHARINGasi_atASI2


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.